FK UIN Jakarta Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Dosen dalam Penyusunan Soal MCQ CBT
Gedung Kedokteran, Berita FK Online — Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan workshop “Precision and Purpose: Designing Impactful MCQs for CBT Excellence” untuk meningkatkan mutu asesmen pembelajaran serta kapasitas dosen dalam menyusun soal Multiple Choice Question (MCQ) berbasis Computer Based Test (CBT), melalui zoom meeting, Rabu (28-30/1/2026).
Diikuti oleh para dosen Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, workshop ini dirancang untuk memperkuat kemampuan dosen dalam menyusun soal MCQ yang valid, reliabel, serta berorientasi pada higher-order thinking guna mendukung pencapaian kompetensi lulusan.
Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, Dr. dr. Fika Ekayanti, DKK, M.Med.Ed, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para dosen dalam merancang asesmen yang tidak hanya mengukur penguasaan materi, tetapi juga kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu kedokteran secara kontekstual.
“Penyusunan soal MCQ yang baik harus mampu menilai bagaimana mahasiswa memahami pengetahuan yang dimiliki, mengaplikasikannya dalam praktik klinis, hingga siap terjun langsung dan berkontribusi di masyarakat,” ujarnya.
Salah satu paparan materi dalam workshop ini mengenai “Introduction to the MCQ Assessment” disampaikan dr. Rahmatina, Sp.DVE., yang menekankan bahwa asesmen MCQ pada dasarnya dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir mahasiswa secara komprehensif, mulai dari pemahaman konsep hingga penerapan pengetahuan dalam pengambilan keputusan klinis.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan agenda review soal MCQ CBT lintas semester, mulai dari semester 2, 4, hingga 6, yang mencakup berbagai sistem dan isu kesehatan. Sesi ini menjadi ruang diskusi bagi dosen untuk memastikan kualitas soal selaras dengan capaian pembelajaran dan kebutuhan praktik kedokteran.
Sebagai informasi, Multiple Choice Question (MCQ) merupakan salah satu metode asesmen yang banyak digunakan dalam pendidikan kedokteran karena mampu mengukur berbagai tingkat kemampuan kognitif mahasiswa. MCQ yang dirancang secara tepat tidak hanya menilai aspek pengetahuan, tetapi juga keterampilan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah yang diperlukan dalam pelayanan kesehatan.
(AAS/NIS)
