Mahasiswa FK UIN Jakarta, Muhammad Subhaan Ambardhani Raih Peringkat 1 Nasional Uji Progress AIPKI 2026
Mahasiswa FK UIN Jakarta, Muhammad Subhaan Ambardhani Raih Peringkat 1 Nasional Uji Progress AIPKI 2026

Ruang CBT, Berita FK UIN Online - Raih peringkat 1 nasional pada Uji Progress Nasional, Muhammad Subhaan Ambardhani pendidikan profesi angkatan 2021 capai nilai terbaik pada Uji Progress Nasional Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) dari total peserta 2115 mahasiswa pada tingkat nasional yang dilaksanakan serentak secara daring berbasis Computer-Based Test (CBT) nasional yang bertempat di CBT Center FK UIN Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Diketahui bahwa, Uji Progress ini diikuti serentak oleh seluruh mahasiswa kedokteran pada tingkat sarjana (preklinik) maupun profesi kedokteran, progress test ini dilaksanakan dengan tujuan mengevaluasi kemampuan, keahlian dan keilmuan kedokteran untuk memantau, mengidentifikasi dan membantu memastikan kesiapan mahasiswa menuju kompetensi dokter yang diharapkan.

Sebagai peraih peringkat 1 nasional, Muhammad Subhaan mengatakan bahwa, meraih peringkat 1 bukan target utamanya namun, ia memiliki target sederhana untuk mengerjakan ujian dengan semaksimal mungkin dan menjadikan ujian sebagai  sarana evaluasi diri yang objektif. “Alhamdulillah bisa sampai meraih peringkat 1 nasional dari ribuan peserta, pencapaian ini di luar ekspektasi saya,” tuturnya.

Lalu, Subhaan menjelaskan persiapan yang  utamanya lebih konsisten belajar harian selama koas. “Setiap kali ketemu kasus pasien di rumah sakit, saya biasakan langsung baca pedoman tata laksana terbarunya. Menjelang tes, saya juga memperbanyak latihan soal supaya lebih terbiasa menganalisis skenario kasus dengan cepat dan tepat,” jelasnya.

Dengan ujian yang dilaksanakan, Subhaan melihat ujian ini sebagai tolak ukur perkembangan kompetensi medis mahasiswa secara bertahap. “Dari awal masa kuliah sampai mendekati kelulusan dokter. Buat kampus, ini bisa jadi evaluasi kurikulum dan mutu pendidikan dibanding rata-rata nasional. Sedangkan buat mahasiswa, hasilnya jadi bahan introspeksi untuk tahu materi mana yang sudah dikuasai dan topik apa saja yang masih perlu diperdalam sebelum menghadapi UKNPDPD,” jelasnya.

Menutup penjelasannya, Subhaan turut menjelaskan bahwa soal yang terdapat pada uji progress test meliputi pertanyaan beragama mulai dari patofisiologi penyakit, penegakan diagnosis, terapi farmakologi, penanganan kegawatdaruratan, sampai ke ranah etikolegal dan kesehatan masyarakat di faskes primer. “Soal-soalnya berupa vignette kasus. Jadi dari keluhan utama, tanda vital, sampai hasil pemeriksaan fisik dan penunjang seperti lab, EKG, radiologi, hingga histopatologi,” tutupnya.

(MA/NIS)